PHR Regional 1 Sumatra Raih ISO 9001:2015, Perkuat Standar Mutu dan Target Produksi Migas
SEJAJAR.ID – Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatra (PHR Regional 1) resmi mengantongi Sertifikat ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang diterbitkan oleh TUV SUD Indonesia.
Penyerahan sertifikat tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Kebijakan Mutu sebagai bentuk komitmen manajemen dalam menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten dan berkelanjutan di seluruh lini operasional.
Sertifikasi ISO 9001:2015 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Mutu.
Di lingkungan PHR Regional 1, penerapan standar ini mencakup penyelarasan proses bisnis, penguatan manajemen risiko, hingga peningkatan kepuasan pelanggan—baik internal, eksternal, maupun para pemangku kepentingan di industri hulu migas.
Sertifikat ISO 9001 tersebut resmi ditetapkan pada 7 Desember 2025, setelah PHR Regional 1 melalui serangkaian tahapan panjang.
BACA JUGA : Anugerah KIP Sumsel 2025: KAI Divre III Raih Kategori Tertinggi BUMN
Prosesnya dimulai dari penyusunan dokumen, awareness training, executive briefing, pelatihan implementasi, audit internal, hingga audit sertifikasi di Kantor Pusat Jakarta dan sejumlah wilayah operasi.
Seluruh tahapan itu kemudian ditutup dengan seremoni penyerahan sertifikat di Jakarta, 18 Februari 2026.
Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, raihan ISO 9001:2015 menjadi tonggak penting sekaligus kisah sukses bagi perusahaan, terutama karena sistem ini telah terintegrasi mulai dari Zona 1, Rokan, hingga Zona 4.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan konsolidasi lintas fungsi serta wilayah kerja.
Sertifikasi ini juga dinilai menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, menjaga operational excellence, serta memastikan target produksi migas tercapai sesuai rencana.
Arifin turut menekankan bahwa penandatanganan Kebijakan Mutu oleh pimpinan tertinggi menjadi bukti nyata leadership commitment dalam memastikan implementasi Sistem Manajemen Mutu berjalan efektif.
Dokumen tersebut kini menjadi pedoman kerja yang wajib dipahami dan dijalankan oleh seluruh pekerja serta mitra kerja PHR Regional 1.
Sementara itu, Country Head of Business Assurance TUV SUD Indonesia, Unggul Prabowo, mengapresiasi kesungguhan PHR Regional 1 dalam meraih sertifikasi ISO 9001:2015.
Ia menyebut proses sertifikasi bukan perkara mudah karena membutuhkan tahapan pengembangan sistem, review, hingga audit yang memakan waktu setidaknya enam bulan.
Menurut Unggul, ISO 9001 berlandaskan tujuh prinsip utama, yakni fokus pada pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan sumber daya manusia, pendekatan proses, perbaikan berkelanjutan, pengambilan keputusan berbasis bukti, serta manajemen hubungan.
“Meraih sertifikasi adalah langkah awal yang baik. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan mengimplementasikannya secara konsisten,” ujarnya.
Dalam praktiknya, PHR Regional 1 mengadopsi pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act).
Tahap perencanaan diawali dengan penetapan Kebijakan Mutu dan identifikasi risiko, dilanjutkan implementasi serta penerapan Standar Tata Kerja, kemudian audit internal dan tinjauan manajemen, hingga tindakan korektif untuk mendorong peningkatan kinerja.
Dengan capaian ini, PHR Regional 1 menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar operasional berkelas dunia, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan efisiensi biaya melalui perbaikan berkelanjutan, serta memperkuat reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan di sektor energi nasional.
